SOLUSI KESEHATAN SEHARI-HARI

Kebiasaan Kurang Tidur dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Diabetes

Kebiasaan begadang sampai larut malam sehingga hanya menyisakan waktu tidur di bawah waktu tidur normal yang minimal 6 jam dapat membawa dampak negatif bagi tubuh kita, termasuk berpengaruh juga terhadap kadar gula darah.

Diabetes dan gangguan tidur saling memiliki keterkaitan. Ketika gula darah mencapai angka yang tinggi, ginjal berusaha membuangnya melalui peningkatan produksi urin, yang berakibat pasien jadi sering terbangun pada malam hari karena merasakan ingin buang air kecil berkali-kali dalam semalam, sehingga tidurnya tidak nyenyak.

Di sisi lain, kebiasaan kurang tidur akan membuat orang mudah lelah dan memerlukan lebih banyak energi, akibatnya tubuh akan merasakan keinginan untuk mengkonsumsi makanan yang memberikan energi instan, yang biasanya mengandung gula dan dapat langsung meningkatkan kadar gula darah.

Orang-orang yang kekurangan jam tidur biasanya akan sangat mudah mengalami kenaikan berat badan yang akhirnya menuntun pada terjadinya diabetes. Pada mereka yang sudah mengalami kondisi kelebihan berat badan, tidak jarang tidur juga akan terganggu karena adanya kondisi sleep apnea atau kondisi mendengkur nyaring serta terhentinya napas saat sedang tidur.

Penelitian Sleep Heart Health Study mengatakan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam sehari memiliki 2,5 kali resiko mengidap diabetes dibandingkan dengan orang-orang yang tidur selama 7-8 jam sehari. Reaksi tubuh pada saat kekurangan waktu tidur dapat menyerupai reaksi resistensi terhadap insulin, yang merupakan gejala awal diabetes. Insulin memiliki fungsi untuk membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi, dan saat terjadi resistansi, sel-sel akan mengalami kegagalan menggunakan hormon ini secara efisien, mengakibatkan tingginya kadar gula dalam darah dan lama-kelamaan menyebabkan diabetes. Terlebih lagi, rutinitas tidur yang terganggu dapat membuat tubuh kekurangan energi, kelelahan dan memicu penumpukan gula sebagai asupan energi yang berbahaya.

Tidak ada formula pasti mengenai berapa lama sebaiknya seseorang tidur dan beristirahat total karena kebutuhan masing-masing orang berbeda. Rata-rata waktu normal untuk tidur, diperlukan 7.5 jam per malam untuk tubuh merasa cukup istirahat dan kembali segar untuk beraktivitas saat terbangun. Meski demikian, hal ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor-faktor lainnya. Karena perbedaan ini, mungkin beberapa orang bisa memerlukan tidur lebih dari 8 jam.

Untuk mendeteksi apakah Anda saat ini termasuk kurang tidur, maka Anda dapat mengecek efektivitas penggunaan alarm Anda di pagi hari. Semakin Anda tergantung pada alarm untuk membangunkan Anda, maka semakin tubuh Anda saat ini sedang membutuhkan lebih banyak jam istirahat. Tubuh yang cukup beristirahat dan tidak kurang tidur akan mampu dibangunkan oleh otak bahkan sebelum alarm berbunyi. Selain itu, kurangi konsumsi camilan yang mengandung banyak gula dan kalori, gantikan dengan camilan sehat seperti Diasweet Litebite.

Artikel Lainnya

Kurangnya Nutrisi Pada Orang Tua

Proses menua adalah suatu proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan fungsi normalnya yang terjadi secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Ketika memasuki proses menua, terjadi perubahan-perubahan fisiologi tubuh manusia. Salah satunya adalah penurunan asupan mikronutrien ke dalam tubuh. Hal ini terjadi hampir pada seluruh manusia yang telah memasuki usia lanjut, bahkan pada negara...

Selengkapnya

Tips Mengatasi Sakit Maag

Ilustrasi sakit perut (via: pixabay) Lambung merupakan organ pencernaan yang berfungsi menerima makanan/minuman, menggiling, mencampur, dan meneruskan makanan ke dalam usus kecil. Lambung dilindungi oleh lapisan mukus dan barier terhadap faktor-faktor yang dapat mengiritasi. Akan tetapi ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan mukus sehingga dapat terjadi sakit maag atau tukak...

Selengkapnya

Cegah Pembesaran Prostat Sedini Mungkin

Pembesaran prostat (hiperplasia prostat benigna) adalah penyakit yang cukup sering dijumpai pada pria yang berusia diatas 50 tahun. Angka kejadian pembesaran prostat cukup tinggi. Pembesaran prostat merupakan kasus terbanyak di bagian bedah urologi. Prostat adalah kelenjar pada pria yang terletak di bawah kandung kemih. Fungsinya adalah menghasilkan cairan sebagai media sperma saat ejakulasi. Gangguan prostat biasanya terjadi jika prostat mengalami pembesaran yang mengakibatkan penekanan...

Selengkapnya