SOLUSI KESEHATAN SEHARI-HARI

Mengatasi Mabuk Perjalanan

Mungkin banyak diantara kita yang pernah merasakan mabuk selama perjalanan. misal pada saat bepergian menggunakan mobil, kereta, kapal, atau pesawat terbang. Seringkali karena mabuk perjalanan, perjalanan menjadi terasa kurang nyaman dan membuat kita jadi tidak dapat menikmatinya.


Mabuk perjalanan, atau sering dikenal dengan sebutan motion sickness, adalah sekumpulan gejala tidak nyaman (misal: sakit kepala, mual, dan muntah) yang terjadi pada saat melakukan perjalanan. Mabuk perjalanan rentan terjadi pada anak-anak usia 3 - 12 tahun, wanita (terutama bila sedang hamil atau menstruasi), dan penderita migrain.

Motion sickness terjadi ketika terjadi ketidakcocokan sinyal pergerakan dari mata dan organ keseimbangan di dalam telinga ke otak. Hal ini sering terjadi ketika kita berada di dalam mobil, kereta, kapal, pesawat terbang, ataupun dalam wahana taman bermain. Misal, ketika berada di dalam kabin kapal, organ keseimbangan kita dapat mendeteksi gerakan berputar yang tidak terdeteksi oleh mata. Atau pada saat bepergian menggunakan mobil, mata kita mengirimkan sinyal ke otak bahwa kita sedang bergerak maju dengan kecepatan 60km/jam, namun organ keseimbangan kita mengatakan pada otak bahwa kita sedang berada dalam posisi duduk diam. Ketidak cocokan sinyal inilah yang mengakibatkan terjadinya motion sickness.

Motion sickness juga dipengaruhi oleh faktor psikologis. Misal, pada orang yang pernah mengalami mabuk selama perjalanan menggunakan pesawat terbang, pada perjalanan berikutnya dia dapat mengalami mabuk perjalanan bahkan sebelum pesawat lepas landas.
Gejala yang dirasakan saat seseorang mengalami mabuk perjalanan antara lain pusing, keringat dingin, mual, muntah, lemas, dan wajah pucat. Meski tidak berbahaya, mabuk perjalanan tentu akan sangat mengganggu perjalanan Anda. Tapi tak perlu khawatir, sebab mabuk perjalanan dapat dicegah dengan cara berikut ini:

  1. Cari posisi duduk yang tepat saat berkendara, misalnya:
    • Bila naik mobil/bus, duduklah di bangku paling depan.
    • Bila naik pesawat, duduklah di bagian tengah (sayap) dan kursi di dekat lorong (aisle seat).
    • Bila naik kapal, duduklah di bagian tengah atau dek atas.
    • Cari posisi dimana Anda dapat melihat pemandangan di luar kendaraan.
    • Ventilasi udara harus baik, supaya dapat menghirup udara segar.
    • Sandarkan kepala Anda dan tetaplah rileks.
  2. Jangan makan terlalu banyak maupun minum alkohol sebelum perjalanan.
  3. Jangan merokok atau berada di sekitar orang yang merokok.
  4. Jangan membaca buku atau bermain game selama perjalanan, karena hal ini dapat memperburuk mabuk perjalanan Anda.
  5. Konsumsi obat anti mabuk perjalanan.
  6. Konsumsi permen dengan rasa mint seperti Hexos juga dapat mengurangi rasa mual yang timbul.

Artikel Lainnya

Ingin Tulang Anda Kuat? Hentikan Kebiasaan Berikut

Tanpa kita sadari, ada banyak kebiasaan kita yang dapat menyebabkan penurunan massa tulang secara bertahap dan berujung pada terjadinya osteoporosis. Akibatnya tulang menjadi rapuh dan resiko patah tulang meningkat. Penurunan massa tulang tidak terjadi dalam waktu singkat dan tidak dapat langsung terdeteksi, melainkan terjadi secara bertahap dan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik itu faktor dari dalam tubuh yang tidak bisa kita kendalikan maupun kebiasaan buruk yang dapat mempercepat...

Selengkapnya

Kebiasaan Kurang Tidur dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Diabetes

Kebiasaan begadang sampai larut malam sehingga hanya menyisakan waktu tidur di bawah waktu tidur normal yang minimal 6 jam dapat membawa dampak negatif bagi tubuh kita, termasuk berpengaruh juga terhadap kadar gula darah. Diabetes dan gangguan tidur saling memiliki keterkaitan. Ketika gula darah mencapai angka yang tinggi, ginjal berusaha membuangnya melalui peningkatan produksi urin, yang berakibat pasien jadi sering terbangun pada malam hari karena merasakan ingin buang air kecil...

Selengkapnya

Kurangnya Nutrisi Pada Orang Tua

Proses menua adalah suatu proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan fungsi normalnya yang terjadi secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Ketika memasuki proses menua, terjadi perubahan-perubahan fisiologi tubuh manusia. Salah satunya adalah penurunan asupan mikronutrien ke dalam tubuh. Hal ini terjadi hampir pada seluruh manusia yang telah memasuki usia lanjut, bahkan pada negara...

Selengkapnya